MENINGKATKAN KWALITAS PROSES BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI PERKALIAN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

Posted: September 25, 2011 in MAKALAH

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah berpengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga lainnya. Bagi sekolah-sekolah yang sudah maju dan mampu, telah mengunakan alat-alat tersebut sebagai alat bantu mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
Dengan kemajuan teknologi, perkembangan pendidikan di sekolah semakin lama semakin mengalami perubahan dan mendorong berbagai usaha perubahan. Pendidikan di sekolah-sekolah kita telah menunjukan perkembangan pesat dalam bidang kurikulum, metodologi, peralatan dan penilaian. Begitu juga, telah terjadi perubahan pada bidang administrasi, organisasi dan supervisi pendidikan. Maka secara keseluruhan dapat di katakan bahwa perubahan yang terjadi merupakan pembaharuan dalam sistem pendidikan yang menyangkut semua aspek atau komponen yang ada.
Sekarang ini, pembelajaran di sekolah mulai di sesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga terjadilah perubahan dan paradigma pendidikan, adapun perkembangan di bidang teknologi dan informasi khususnya internet. Program-program internet bukan hanya menampilkan data dan informasi yang dapat digunakan dengan kecepatan tinggi, tetapi juga ilmu pengetahuan yang dapat di akses secara cepat oleh pengunanya. Kemampuan, kecepatan, kesempatan untuk mengolah, menganalisis data menjadi informasi yang kemudian menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi semua. Pengunaan alat bantu mengajar seperti Audio, Visual, Audio-Visual, harus di sesuiakan dengan tuntutan kurikulum dengan materi, metode, dan tingkat kemampuan belajar siswa dan guru.
Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi berbagai jenis media, sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Maka para guru diharapkan dapat mengunakan alat-alat tersebut secara efektif dan efisien, baik yang di buat sendiri oleh para pengajar, maupun alat-alat konvensional yang sudah tersedia dan dimiliki sekolah, serta tidak menolak kemungkinan mengunakan alat-alat yang sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan teknologi pembelajaran seperti: Ohp, Lcd, Cd, Vcd, Video, Komputer, Internet, Radio, Dvd, TV Film dalam pembelajaran di kelas, dengan berbagai program pembelajaran yang dapat di kembangkan sebagai sarana pembelajaran. Di indonesia, pada era tahun 2000an lembaga pendidikan mulai mengembangkan pembelajaran berbasis e- learning internet dan juga mengunakan radio dan televisi pendidikan guna memudahkan pembelajaran.
1.2     Batasan Masalah
 Pada saat proses belajar mengajar berlangsung guru banyak menemukan masalah yang di hadapi terutama dari sikap siswa, adapun masalah yang sering di timbulkan seorang siswa di dalam kelas adalah sebagai berikut:
1.      20% dari 30 siswa kelas 4 SD 211/IX Mendalo Darat, kurangnya kwalitas proses belajar matematika materi perkalian.
2.      20% dari 30 siswa kelas 4 SD 211/IX Mendalo Darat, yang tidak pernah mengerjakan tugas latihan maupun pr.
3.      20% dari 30 siswa kelas 4 SD 211/IX Mendalo Darat, yang suka makan dalam kelas dan menganggu teman yang lain pada saat belajar.    
1.3    Masalah
Adapun masalah yang sering muncul pada siswa disaat proses belajar mengajar dilaksanakan adalah:
Ø  20% dari 30 siswa kelas 4 SD 211/IX Mendalo Darat, kurangnya kwalitas proses belajar matematika materi perkalian.
Dengan ciri-cirinya:
1). Karena materi perkalian sangat sulit di pelajari, sehingga siswa kurang    memahami materi perkalian.
            2). Daya serap berpikir (IQ) siswa berbeda-beda dalam menerima materi.
3). Siswa suka bermain di dalam kelas pada saat belajar.
4). Siswa jarang mengulang kembali pelajaran di rumah.
Adapun penyebabnya adalah :
1).  Siswa kurang memperhatikan waktu guru persentase.
2).  Kurangnya motivasi yang di berikan oleh guru kepada siswa.
3).  Guru tidak menggunakan media ketika mengajar
Tindakan yang di ambil:
Guru harus menggunakan media pada pembelajaran
I.4    Rumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan kwalitas proses belajar matematika siswa kelas 4 SDN NO 211/ IX Mendalo Darat materi perkalian  dengan penggunaan media pembelajaran?
I.5    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang paling utama yang saya dapatkan yaitu:   
1)      Cara belajar siswa di kelas maupun di rumah.
2)      Keaktifan siswa dalam belajar apakah anak cenderum pasif dari pada aktif, serta cara memotivasi siswa.
3). Guru harus mengunakan media belajar.
4). Pasilitas belajar sudah menunjang atau belum seperti lengkapnya buku dan semua mata pelajaran dan media belajar.
I.6    Manfaat Penelitian
 Adapun manfaat penelitian yaitu:
1)      Untuk menambah wawasan, pengetahuan pada diri mahasiswa.
2). Cara guru dalam memberikan ilmu pendidikan yang baik supaya siswa tidak malas, jenuh apalagi menggangap bosan suatu pelajaran yang di terima.
3). Cara memotivasi siswa sehingga siswa lebih semangat dalam menerima pelajaran.
4).  Pengunaan media belajar serta buku yang ada di sekolah.
5).  Mengetahui masalah yang sering di hadapi siswa dalam belajar serta
      mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1    Proses Belajar Mengajar Matematika Di Sekolah Dasar.
Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Salah satu komponen untuk mencapai tujuan tersebut adalah pembelajaran matematika tingkat sekolah dasar. Hudojo (1988:5)
Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk susunan, besaran dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu sama lainnya. Dalam jumlahnya terbagi dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometris. Untuk memahami pengertian proses belajar mengajar matematika, kita uraikan dulu istilah proses, belajar, mengajar dan matematika.
Ø  Proses dalam pengertiannnya di sini merupakan interaksi semua  komponen atau unsur yang terdapat dalam ikatan untuk mencapai tujuan.
Sedangkan definisi belajar menurut beberapa pendapat adalah :
Ø  Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungannya. Slameto (1991:4)
Ø  Belajar adalah suatu aktifitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap serta perubahan relative konstan dan berbekas. Winkel
Ø  Belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan pada diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.  Hamanik (1975:28)
Jadi berdasarkan definisi belajar di atas dapat dirumuskan definisi belajar yaitu: proses perubahan tingkah laku yang dialami oleh individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Perubahan yang terjadi dapat berupa perubahan dalam kebiasaan (habit), kecakapan (skill), pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan ketrampilan dasar (psikomotor).
Ø  Pengertian mengajar pada umumnya adalah usaha guru untuk menciptakan kondisi atau menata lingkungan sedemikian rupa, sehingga terjadi interaksi antara murid dengan lingkungan, termasuk guru, metode, media pembelajaran dan sebagainya yang disebut proses belajar, sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Jadi mengajar pada hakekatnya suatu proses, yakni proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan, mendorong dan memberikan bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajarnya.
Ø  Sementara matematika adalah pelajaran yang memerlukan pemusatan pikiran untuk mengingat dan mengenal kembali semua aturan yang ada dan harus dipenuhi untuk menguasai materi yang dipelajari. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa, proses belajar mengajar matematika merupakan suatu proses belajar mengajar yang melibatkan guru dan siswa, dimana perubahan tingkah laku siswa diarahkan pada peningkatan kemampuan dalam mempelajari matematika, sedangkan guru dalam mengajar harus pandai mencari pendekatan pembelajaran yang akan membantu siswa dalam kegiatan belajarnya.
2.1.1        Pengertian Kwalitas Proses Belajar Matematika
a)      Kwalitas Proses Belajar
Kwalitas proses belajar adalah kualitas kegiatan belajar mengajar/ interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antara sesama siswa dalam proses pembelajaran. Pengertian interaksi mengandung unsur saling memberi dan menerima. Dalam interaksi belajar mengajar ditandai sejumlah unsur:
1.      Tujuan yang hendak dicapai
2.      Siswa, guru dan sumber belajar lainnya
3.      Media atau materi pelajaran
4.      Metode yang digunakan untuk menciptakan situasi belajar mengajar.
Proses belajar adalah suatu proses perubahan sikap, tingkah laku, pengetahuan dan nilai setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar dan media belajar. Sumber belajar dan media belajar ini selain  guru dapat berupa buku, lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi atau sesama pembelajar Sedangkan istilah mengajar dalam pengertian di atas adalah kegiatan dalam menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar. Dengan demikian belajar tidak harus merupakan proses transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa tetapi dapat melalui alat teknologi informasi seperti; internet, komputer, dll.
Contoh yang digunakan oleh Socrates yaitu dengan metode socratik (utamanya Tanya jawab) untuk mengkondisikan siswa dalam situasi aktif mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Tugas guru adalah mengungkap apa yang telah dimiliki siswa dan dengan penalarannya dapat bertanya secara tepat pada saat yang tepat pula sehingga siswa mampu membangun pengetahuannya melalui penalaran berdasar pengetahuan awal yang dimiliki siswa tersebut. Bahkan jawaban benar bukan merupakan tujuan utama. Yang utama ialah bagaimana siswa dapat memperkuat penalaran dan meyakini kebenaran proses berpikirnya yang tentunya akan membawa kejawaban yang benar. Hal ini selaras dengan: “penilaian yang berprinsip menyeluruh”, yaitu penilaian yang mencakup proses dan hasil belajar, yang secara bertahap menggambarkan perubahan tingkah laku.
Menurut As’ari (2000) perilaku pembelajaran matematika yang diharapkan seharusnya adalah sebagai berikut:
1.      Pemberian informasi, perintah dan pertanyaan oleh guru mestinya hanya sekitar 10 sampai dengan 30 % selebihnya berasal dari siswa.
2.      Siswa mencari informasi, mencari dan memilih serta menggunakan sumber informasi.
3.      Siswa mengambil insiatif lebih banyak
4.      Siswa mengajukan pertanyaan
5.      Siswa berpartisipasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran
6.      Ada penilaian diri dan ada penilaian sejawat.
Dengan demikian pembelajaran matematika yang bermutu akan terjadi jika proses belajar yang dialami siswa dan proses mengajar yang dialami oleh guru adalah efektif.
Dalam penilaian, efektifitas proses belajar mengajar haruslah ditinjau keefektifan komponen yang berpengaruh dalam pembelajaran. Misalnya siswa termotivasi untuk belajar, materinya menarik, tujuannya jelas, dan hasilnya dapat dirasakan manfaatnya. Untuk memperoleh kualitas belajar matematika yang optimal perlu didukung oleh kerangka umum kegiatan belajar yang mendukung berlangsungnya proses belajar, yang dikenal sebagai struktur pengajaran matematika. Struktur pengajaran ini memuat 1). Pendahuluan
 2). Pengembangan
 3). Penerapan  
 4). Penutup
Kesiapan siswa dalam belajar disiapkan guru selama tahap pendahuluan, baik dengan memberikan motivasi, maupun revisi atas kemungkinan bahan yang telah mereka pelajari dengan adanya apersepsi bagi konsep atau prinsip baru yang akan dipelajari dalam tahap kedua.
Tahap pengembangan merupakan tahap utama dalam hal siswa belajar materi baru. Sesuai prinsip belajar aktif, maka tahap ini perlu dikembangkan melalui optimalisasi proses pembelajaran, misalnya dengan teknik bertanya, penggunaan lembar kerja siswa, diskusi dan lain sebagainya.
Tahap ketiga, penerapan hal-hal yang dipelajari pada tahap kedua, tahap pelatihan serta penggunaan dan pengembangan penalaran  telah dipelajari pada tatap muka yang baru berlangsung dan penugasan.
Pada kegiatan merangkum pun untuk lebih membelajarkan siswa, guru dapat mengembangkan teknik bertanya.  
b)     Belajar Matematika
Untuk mengatasi dan meningkatkan mutu pendidikan matematika yang selama ini sangat rendah, dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: meningkatkan metode dan kualitas guru agar memiliki dasar yang mantap sehingga dapat mentransfer ilmu dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia. Secara umum, pendidikan sebenarnya merupakan suatu faktor rangkaian kegiatan komunikasi antar manusia. Kegiatan tersebut dalam dunia pendidikan disebut dengan kegiatan proses belajar-mengajar yang dipengaruhi oleh faktor yang menentukan keberhasilan siswa. Sehubungan dengan faktor yang menentukan keberhasilan sisiwa dalam belajar.     
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa untuk   belajar, yaitu:
(1)   faktor internal, yaitu yang muncul dari dalam diri sendiri, dan
(2) faktor eksternal, yaitu faktor yang muncul dari luar diri sendiri            (Slameto1987)
Selain itu matematika merupakan suatu disiplin ilmu yang mempunyai kekhususan dibanding dengan disiplin ilmu lainnya yang harus memperhatikan hakekat matematika dan kemampuan siswa dalam belajar. Tanpa memperhatikan faktor tersebut tujuan kegiatan belajar tidak akan berhasil. Seorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku.
Perubahan tingkah laku itu dapat diamati dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama disertai usaha yang dilakukan sehingga orang tersebut dari yang tidak mampu mengerjakan sesuatu menjadi mampu mengerjakannya (Hudojo, 1988). Dalam proses belajar matematika, prinsip belajar harus terlebih dahulu dipilih, sehingga sewaktu mempelajari metematika dapat berlangsung dengan lancar, misalnya mempelajari konsep B yang mendasarkan pada konsep A, seseorang perlu memahami lebih dahulu konsep A. Tanpa memahami konsep A, tidak  mungkin orang itu memahami konsep B. Ini berarti mempelajari matematika haruslah bertahap dan berurutan serta mendasarkan pada pengalaman belajar yang lalu (Hudojo,1988).
Dalam menjelaskan konsep baru atau membuat kaitan antara materi yang telah dikuasai siswa dengan bahan yang disajikan dalam pelajaran matematika, akan membuat siswa siap mental untuk memasuki persolan-persoalan yang akan dibicarakan dan juga dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa terhadap materi pelajaran matematika. Sehubungan dengan hal diatas, kegiatan belajar-mengajar matematika yang terputus-putus dapat mengganggu proses belajar-mengajar ini berarti proses belajar matematika akan terjadi dengan lancar bila belajar itu sendiri dilakukan secara kontiniu (Hudojo, 1988). Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang akan lebih mudah untuk mempelajari
sesuatu apabila belajar didasari pada apa yang telah diketahui sebelumnya karena dalam mempelajari materi matematika yang baru, pengalaman sebelumnya akan mempengaruhi kelancaran proses belajar matematika
2.1.2    Pengertian Media
Media pembelajaran adalah : sarana pendidikan berupa alat, metode, dan teknik dalam bentuk- bentuk cetak maupun audio- visual serta peralatannya  yang dapat di gunakan untuk merangsang dan perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam mencapai tujuan pengajaran di kelas. ( Oemar hamanik 1989).
Media pembelajaran adalah : berbagai komponen atau sumber belajar berupa alat fisik yang dapat menyajikan pesan  dalam lingkungan pembelajaran yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemajuan pembelajar untuk belajar. ( gagne 1970 )
1.    Tujuan media belajar adalah :
a)      Mempermudah proses pembelajaran di kelas
b)      Menjaga efesiensi proses pembelajaran
c)      Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajar
2.    Manfaat Media Belajar adalah:
a)      Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
b)      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih di pahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
c)      Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
d)     Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajar saja, tetapi aktivitas lain yang di lakukan seperti : mengamati, melakukan, mendemontrasikan.
*      Manfaat media pembelajaran bagi guru adalah :
a)      Memberikan pedoman, arahan untuk mencapai tujuan.
b)      Menjelaskan struktur dan urutan pengajaran secara baik.
c)      Memberikan kerangka sistematis mengajar secara baik.
d)     Memudahkan kendali pengajar terhadap materi pelajaran.
e)      Membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian materi pelajaran.
f)       Membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar.
g)      Meningkatkan kualitas pengajaran.
*      Manfaat media pembelajaran bagi siswa adalah :
a)      Meningkatkan motivasi belajar pembelajar.
b)      Memberikan dan meningkatkan variasi belajar pembelajar.
c)      Memberikan struktur materi pelajaran dan memudahkan pembelajar untuk belajar.
d)     Memberikan inti informasi, pokok-pokok , serta sistematis sehingga memudahkan pembelajar untuk belajar.
e)      Merangsang pembelajar untuk berpikir dan beranalisis
f)       Menciptakan kondisi dan situasi belajar tanpa tekanan
g)      Pembelajar dapat memahami materi pelajaran dengan sistematis yang di sajikan pengajar lewat media pembelajaran.
3.    Pengunaan Media Pembelajaran.
Secara umum media belajar mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
v  Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk skata-kata tertulis atau lisan belaka).
v  Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
Ketika fungsi-fungsi media pengajaran itu diterapkan dalam proses belajar-mengajar, maka terlihat peranannya yaitu :
v  Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang disampaikan oleh guru.
v  Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses pembelajaran, paling tidak guru dapat memperoleh media sebagai sumber pertanyaan atau stimulasi belajar siswa.
v  Media sebagai sumber belajar bagi siswa.
v  Media sebagai bahan konkret maupun kelompok, kekonkretan sifat media akan banyak membantu tugas guru dalam kegiatan belajar-mengajar.
Penggunaan media dalam proses pembelajaran menurut Prof. Pupuh Faturrohman dan M.Sobry Sutikno, M.Pd dalam buku Strategi Belajar Mengajar adalah sebagai berikut:
Ø  Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif, waktu pembelajarn bisa dikondisikan, menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar. Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu atau menimbulkan gairah belajar, melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam, meningkatkan kadar keaktifan atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran (strategi belajar mengajar)
2.1.3    Materi Perkalian
Perkalian adalah operasi matematikapenskalaan satu bilangan dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalam aritmetika dasar (yang lainnya adalah perjumlahan, pengurangan, dan perbagian). Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di dalam suku-suku perjumlahan yang diulang-ulang; misalnya, 3 dikali 4 (seringkali dibaca “3 kali 4”) dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama:
Perkalian bilangan rasional (pecahan) dan bilangan realdidefinisi oleh perumumam gagasan dasar ini. Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya penentuan luas persegi panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah perbagian: ketika 3 kali 4 sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.
perkalian diperumum ke jenis bilangan lain (misalnya bilangan kompleks) dan ke konstruksi yang lebih abstrak seperti matriks.
Matematika merupakan ilmu dasar yang mendasari semua penerapan dalam kehidupan nyata. Contoh penerapan nyata adalah dalam bidang medis. Ketika kita mendapatkan obat dari dokter 3×1 berarti 3 kali dalam sehari (pagi, siang, malam) masing-masing 1 (pil). Bukan sebaliknya, 1 kali dalam sehari 3 (pil).
Hal ini perlu diperhatikan karena prosesnya sangat berbeda antara 3×2 dan 2×3. Seringkali kita berfokus pada hasilnya yang sama-sama 6. Penjelasan dalam bidang medis akan sangat jelas: 3×2 berarti 3 kali dalam sehari masing-masing 2 (pil) sedangkan 2×3 berarti 2 kali dalam sehari masing-masing 3 (pil). Dengan demikian, penjabaran dalam penjumlahan : 3×2 = 2 + 2 + 2; sedangkan 2×3 = 3 + 3.
Penekanan proses ini merupakan kewajiban bagi pengajar dan penulis buku tentang perkalian. Proses ini akan konsisten untuk diterapkan dalam bidang selain medis. Contohnya dalam ekonomi, 4 anak membeli 1 buku @ Rp. 1.000. Penulisan dalam bentuk perkalian adalah : 4 x Rp. 1.000. Penulisan dalam bentuk penjumlahan adalah : Rp. 1.000 + Rp. 1.000 + Rp. 1.000 + Rp. 1.000.
Sifat-sifat dari perkalian ada 4 yaitu :
1. Sifat tertutup adalah: apabila semua jawaban dari proses perkalian masih   merupakan anggota dari himpunan semula.
Contoh: (2×4=8) atau (3×5=15)
  1. komutatif adalah: perubahan urutan bilangan tidak mempengaruhi hasil, sifat ini tidak berlaku pada operasi pembagian.
           Contoh: 2×3=3×2 atau axb=bxa
  1. asosiatip adalah: perubahan pada pengelompokan tidak mempengaruhi hasil.
           Contoh: (2×3)x4=2x(3×4) atau (axb)xc=ax(bxc)
  1. unsur identitas adalah: perkalian adalh 1. bilangan apapun jika di kalikan dengan 1 hasilnya adalah bilangan itu sendiri.
            Contoh: 3×1=3 atau ax1=a
                        
2.2    Kerangka Berpikir
Berdasarkan uraian di atas maka terdapat teori hubungan langsung sebab akibat antara Variabel Independen dengan Variabel Devenden. Semakin baik pengunaan teori pembelajaran dengan pemakaian media belajar, tujuan, fungsi, penggunaan dan mampaatnya dalam pembelajaran maka makin baik kwalitas proses belajar siswa dalam belajar. Hubungan antara variabel divenden dan devenden dapat di gambarkan dengan skema berikut ini:
Indevenden
Devenden
Fungsi media
belajar
Kwalitas proses belajar
Media belajar yang baik dan mendukung
Manfaat, tujuan, fungsi, kegunaan media belajar
2.3    Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian teori dan kerangka berpikir di atas maka hipotesis penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut: kwalitas proses belajar siswa, selama penyajian guru akan membaik dengan mengunakan  media yang baik dan mendukung serta tau pungsi, kegunaan, mampaat dari media belajar tersebut.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1    Subjek Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SD 211/IX Mendalo Darat. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4. Kelas empat berjumlah 30 orang: lima belas orang siswa perempuan dan lima belas siswa laki-laki. Siswa kelas empat berumur rata-rata antara 9 tahun sampai 10 tahun. Siswa kelas empat SD 211/ IX Mendalo Darat memiliki kecerdasan menengah dengan nilai rata-rata kelas 60 untuk pelajaran matematika. Siswa kelas 4 berasal dari keluarga prasejahtera, yang orang tuanya  rata-rata hanya tamatan sd, smp bahkan smu denga mata usaha wirausaha, berdagang dan ada juga yang PNS.
3.2    Prosedur Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan selama tiga siklus, tetapi yang akan di bahas kali ini hanya 1 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat fase; perencenaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
3.2.1    Perencanaan
Dalam tahap perencanaan peneliti melakukan 6 kegiatan utama; meneliti kelas, menentukan tindakan, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tindakan, membuat lembaran observasi, menentukan jadwal penelitian, dan membuat matrik metodologi penelitian.
A.   Meneliti Kelas
§  Kurangnya hasil belajar siswa pada matematika.
§  Siswa suka makan di ruangan pada saat belajar.
§  Siswa suka ribut dan menganggu teman yang lain
§  Siswa jarang mengulang pelajaran di rumah.
§  Kurangnya pemahaman tentang metematika.
B.  Menentukan Tindakan
v  Menjawab pertanyaan dari guru.
v  Aktif dalam bertanya.
v  Siswa harus mampu berpikir kritis.
v  Mampu dalam menyimpulkan pelajaran.
v  Berani mengemukakan pendapat.
v  Mengerjakan tugas latihan.
C   Membuat RPP Tindakan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlampir
D.    Lembar Observasi bagi siswa
Lembaran Observasi sebelum perbaikan
No.
Nama Siswa
Hasil Belajar
Daftar Nilai
Konsentrasi
Keaktivan
Test
Angka
Keterangan
1.
Yati
40
50
50
80 – 100
Sangat baik
2.
Dona
50
40
40
60 – 80
Baik
3.
Santo
55
45
45
40 – 60
Cukup baik
4.
Rudi
40
40
30
20 – 40
Kurang baik
5.
Erik
40
40
40
0 – 20
Sangat kurang
6.
Rada
40
40
50
7.
ivan
55
55
55
Lembar observasi bagi guru
No
Kegiatan
1
2
3
4
1
Pendahuluan
–   Mengabsen kehadiran siswa
– Motivasi siswa dengan materi yang telah di ajarkan
–  Memberikan informasi tentang kompetensi yang dicapai
2
Inti
– Guru mengaitkan materi yang sebelumnya         dengan materi yang akan di ajarkan
– Guru memberikan penjelasan tentang pentingnya pembelajaran perkalian
– Guru mengapresiasikan kreatifitasnya kepada siswa
– Guru memberikan kesempatan kepada siswa bertanyamateri perkalian.
– guru memberikan soal latihan dalam bentuk kerja kelompok maupun individu
3
Penutup
– siswa menyimpulkan materi yang di ajarkan
– Guru memberikan penugasan kepada siswa secara individu dan berkelompok.
– evalusi / penilaian
E.  Menentukan Jadwal Penelitian
No
Kegiatan
Minggu ke –
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Keaktifan
2
Proses pembelajaran
3
evaluasi
4
Penyusunan hasil
5
Pengumpulan data
6
pelaporan
f.  Matrik Metodologi Penelitian
Judul: Meningkatkan kwalitas proses belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 211/ IX Mendalo Darat materi perkalian dengan menggunakan media belajar.
Nama Peneliti : AGUSTINA VERAWATI
No
Rumusan Masalah
Variabel yang Diamati
Defenisi operasional Variable
Instrumen
Sumber Data
Cara Pengambilan Data
1
Bagaimana meningkatkan kwalitas proses belajar matematika materi perkalian dengan penggunaan media belajar?
Keberhasilan siswa belajar dan kwalitas yang di capai
Meningkatkan kwalitas proses belajar matematika
-Lembar            Observasi
-Lembar     
Test
keaktipan dan pengunaan media belajar
Siswa kelas IV SDN 211 /X Mendalo Darat
– Observasi
– Tes
– Pengamatan
            Pelaksanaan
Kegiatan ini di lakukan pada jam pelajaran matematika, hari selasa jam pertama pukul 07.30-08.05 dan hari kamis jam kedua pukul 08.05-08.40. penelitian ini dilakukan dalam 1 siklus tetapi 3 pertemuan:
  • Pertemuan pertama : Menjelaskan materi  perkalian dan bagian- bagiannya dalam operasi perkalian dilakukan dengan metode ceramah, Tanya jawab dan latihan.
  • pertemuan kedua : Melakukan operasi materi perkalian yang bersifat tertutup,  komutatif, asosiatif dengan demonstrasi yang dilakukan secara berkelompok dengan mengunakan media  belajar vidio dan laptop.
  • pertemuan ketiga : Melakukan operasi hitung perkalian mengunakan sifat pertukaran pada penjumlahan.
3.2.3   Observasi
Observasi dilakukan dengan menggunakan latihan penugasan yang telah dibuat. Langkah-langkah pelaksanaan sebagai lembar observasi. Guru mengamati aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran dan saat siswa menyelesaikan latihan. Adapun yang  perlu diamati adalah aktivitas positif siswa yang meliputi kehadiran siswa, siswa aktif dalam mengerjakan tugas, siswa aktif bertanya, siswa mengerjakan soal latihan dan PR yang diberikan oleh guru dan perhatian siswa dari awal belajar hingga akhir
Evaluasi dilakukan unpan balik kepada guru sebagai dasar memperbaiki proses pembelajaran dan menjalankan program perbaikan. Jika nilai siswa kurang memuaskan maka perlu diadakan perbaikan.
Lembaran Observasi sesusah perbaikan
No.
Nama Siswa
Hasil Belajar
Daftar Nilai
Konsentrasi
Keaktivan
Test
Angka
Keterangan
1.
Yati
90
80
80
80 – 100
Sangat baik
2.
Dona
80
90
80
60 – 80
Baik
3.
Santo
80
90
90
40 – 60
Cukup baik
4.
Rudi
80
80
80
20 – 40
Kurang baik
5.
Erik
80
80
80
0 – 20
Sangat kurang
6.
Rada
80
80
80
7.
ivan
90
80
80
3.2.4  Refleksi
Selain proses pembelajaran penelitian ini juga melakukan pemantauan dan Evaluasi. Pemantauan terhadap pembelajaran menggunakan alat-alat Bantu berupa catatan yang bertujuan untuk menentukan jenis tindakan perbaikan pada pembelajaran siklus berikutnya.
Pemantauan terhadap hasil belajar siswa dilakukan pada setiap akhir siswa dengan menggunakan tes tertulis ( tes akhir ) tes dilakukan dengan rangka untuk melihat kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran. Pengguasaan setiap konsep pada setiap siklus dinyatakan dalam bentuk nilai rata-rata.
LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN
MODEL BELAJAR BERMUTU
Mata Pelajaran / Topik
Kelas/ Sekolah
Nama Pengajar
TAHAP/ASPEK
INDICATOR
HASIL OBSERVASI
Kegiatan awal
Apersepsi dan motivasi
1.      apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau memotivasi siswa?
2.      bagaimana respons siswa? Apakah siswa bertanya tentang sesuatu masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal?
Kegiatan inti
Materi ajar
3.      apakah guru memberikan penjelasan umum tentang bahan ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
4.      bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
Pengelolaan sumber belajar/ media
5.      apakah guru trampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
6.      bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar/ media?
Strategi pembelajaran
7.      apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
8.      apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
9.      bagaimana cara guru memberikan arahan yang mendorong siswa untuk bertanya, berpikir dan berkegiatan?
10.  apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental (berpikir)? Berapa banyak siswa yang aktif belajar?
Kegiatan penutup
Penguatan/ konsolidasi
11.  bagaimana cara guru memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?
12.  apakah guru memberikan tugas rumah untuk remidi atau penguatan?
Evaluasi
13.  bagaimana cara guru melakukan evaluasi pembelajaran?
14.  bagaiamana ketuntasan belajar siswa?
Komentar pengamat
Keterlaksanaan scenario pembelajaran (berdasarkan RPP):
Pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh pengamat:
                                                                                            ………………………
                                                                                            Observer
                                                                                            ___________________
                                                                                                            Posisi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah       : SDN No 211/IX Mendalo Darat
Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas / Semester    : IV (empat) / 2 (dua)
Alokasi waktu       : 2X30 menit
Materi pokok         : Satuan-satuan waktu
Pertemuan ke        : 1 dan 2
1. Standar Kompetesi    : Memahami dan mengunakan sifat-sifat operasi hitung
                                        bilangan dalam pemecahan masalah.
2. Kompetensi Dasar     : mengidentifikasi sifat-sifat operasi hitung.
3. Indicator                    : -menjelaskan apa itu perkalian, dan apa saja sifat
                                          sifatnya.
                                        -melakukan operasi perkalian yang bersifat tertutup,    komutatif, asosiatip dan demontrasi.
                                        -melakukan operasi hitung dengan mengunakan sifat pertukaran pada penjumlahan
4. Tujuan pembelajaran  : 1. mengetahui apa itu perkalian dan bagaimana
          pengoperasiannya.
              2.menyimpulkan dari penjelasan bahwa dari penjumlahan berlaku sifat pertukaran
              3.menyimpulkan dari penjelasan bahwa dari      penjumlahan berlaku sifat pengelompokan
5. Materi pokok              : sifat-sifat operasi hitung
6. Model pembelajaran   : picture and picture.
7. Media pembelajaran   : gambar perkalian dari karton, video, dan laptop
8. Langkah pembelajaran :
 a. Kegiatan awal
       berdo’a
       mengabsen
       appersepsi
b. Kegiatan inti
       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai.
       Guru menyajikan materi sebagai bahan pengantar pembelajaran
       Guru  memperlihatkan gambar perkalian dari karton, video, dan laptop.
       Siswa di minta untuk menjawab apa itu perkalian dan bagaimana pengoperasian nya.
       Tugas diskusi dan latihan.
c. Kegiatan akhir
       Siswa memberikan penjelasan singkat mengenai materi perkalian
       kesimpulan dari hasil diskusi dan latihan yang di simpulkan oleh siswa sendiri
       evaluasi/ penilaian
       pekerjaan rumah
       penutup
9.   alat/ bahan / sumber  : buku cetak matematika kelas IV
10. penilaian                  : teknik
       tugas diskusi dan latihan
       lisan ( keaktifan siswa dalam belajar ).
   bentuk
       soal tugas
 
Pertemuan ke 2
1. kegiatan awal
    – berdo’a
–  appersepsi
–  pemberian motivasi
2. kegiatan inti
–  guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai.
– guru menyajikan materi sebagai bahan pengantar pembelajaran
– siswa melakukan operasi perkalian sifat tertutup, komutatif, asosiatif dan
  demontrasi
             Contohnya: Sifat tertutup  (120 x 44)
                                                        (55 x 33)
                                 Sifat komutatif  10 x 9 x 12 = 12 x 9 x 10
                                                           12 x 45 x 7 = 7 x 45 x 12
                                 Sifat asosiatif   (110 x 34) x 45 = 110 x 34 x 45
                                                          (121 x 20) x 4 = 121 x 20 x 4
                                 Sifat unsur identitas 234 x 1 =
                                                                  87 x 1 =
                  x                     x                           x
           guru memberikan tugas latihan dan kerja kelompok
           guru meminta setiap anak untuk melakukan operasi perkalian dengan mengunakan media video
                                                
8.  kegiatan akhir
           mengumpulkan tugas latihan .
       Siswa memberikan penjelasan singkat mengenai materi perkalian
       kesimpulan dari hasil diskusi dan latihan yang di simpulkan oleh siswa sendiri
       evaluasi / penilaian
       pekerjaan rumah
       penutup
9.   alat/ bahan / sumber  : buku cetak matematika kelas IV
10. penilaian                    : teknik
       tugas diskusi dan latihan
       lisan ( keaktifan siswa dalam belajar ).
   bentuk
       soal tugas
Daftar Pustaka
Hudojo, H. 1988:5. Mengajar Belajar Matematika. Depdikbud. Jakarta
Hudoyo, 1988:5. Proses Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung.
Hamanik, 1975:28. Proses Belajar adalah Pengalaman dan Latihan. Jakarta.
Ke Dahar, R.W. 1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta. Erlangga
Kemp dan Dayton, 1985. Fungsi Dari Pengunaan Media. Bandung.
Muhibin syah, 1995:111. Belajar Matematika. Bandung.
Oemar Hamanik, 1989. Media Pembelajaran. Bandung.
Slameto, 1991:4. Teori-Teori Belajar Mengajar. Jakarta. Rineka Cipta
Suryosubroto,B.1997. Proses Belajar Mengajar Matematika. Jakarta. Rineka   Cipta.
proposal PTK agustina verawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s