Author Archive

KBR68H – Internet sudah jadi kebutuhan banyak orang, termasuk guru dan murid di sekolah. SD 01 Menteng, Jakarta, secara aktif menggunakan internet untuk proses belajar mengajar sehari-hari. Reporter KBR68H Anto Sidharta mengintip bagaimana cara sekolah ini membangun generasi melek internet sejak usia SD, dalam cerita berikut.
Internet Masuk Kelas
“Aya, caranya ngedit tulisan jadi warna lain, caranya pencet edit. Ada tulisan T ini kan, ya udah pencet. Abis itu pilih warnanya, misalnya ungu.Terus itu ke bawah terus save.”
Luthmilla membantu teman sebangkunya, Soraya, mengerjakan tugas dari guru mereka. Tangan kanan Luthmilla dengan cekatan menggerakkan mouse atau tetikus di depan monitor komputer layar datar di meja Soraya. Itu dilakukan Luthmilla setelah tugas pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn yang diberikan guru kelar ia lakukan.
Luthmilla dan Soraya baru kelas tiga SD. Sekolah mereka di SD 01 Besuki, Menteng Jakarta, tempat Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersekolah dulu.Di meja lainnya, Kirey menerangkan pada teman sebangkunya cara untuk mengunduh gambar-gambar dari situs pencari Google, lantas menggunggahnya ke laman internet untuk belajar mereka. “Informasi tentang provinsi kita upload ke situ biar lebih menarik ada gambarnya.”
Dengan sigap, Kirey pun mengetik huruf-huruf di papan ketik komputernya untuk mencari gambar rumah adat salah satu propinsi di tanah air.
Gambar rumah adat dari internet itu disimpan dan dimasukkan dalam halaman tugas mereka yang ada di layar monitor komputer.
Inilah beberapa materi tugas kelas III di SD 01 Besuki Menteng. Pelajaran kali ini terkait dengan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan atau PKn tentang keragaman budaya bangsa. Ada 9 hal yang harus dikerjakan siswa saat itu, yaitu mencari informasi tentang rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, informasi tentang provinsi, tarian daerah, lagu daerah, serta tradisi dan adat setempat.

Guru di kelas itu, Ichal mengevaluasi hasil tugas anak didiknya. Di kelas papan tulis digantikan layar yang menutupi papan tulis. Apa yang tertera di komputer, disambungkan dengan proyektor untuk tampil ke layar. Mata guru dan semua murid mengarah ke layar.
ThinkQuest
Untuk proses belajar mengajar dengan internet, guru dan murid memakai program thinkquest, produk perusahaan piranti lunak asal Amerika Serikat, Oracle. Program ini dipiilih karena mudah dimengerti anak didik. Dalam program itu, guru dan murid punya halaman khususnya untuk mengerjakan tugasnya masing-masing.
“Semua guru dan anak-anak punya website masing-masing, halaman atau portal thinkquest itu. Kita punya username, password masing-masing. Ketika login, mereka sudah bisa buka halamannya sendiri,” kata guru Ichal. Agenda pekerjaan anak-anak sepanjang hari juga ditaruh dalam laman ThinkQuest itu. “Anak-anak-anak tinggal buka itu, ada yang dikerjakan di halaman saya ada yang di halaman anak-anak…”
Program Think Quest didesain agar diminati anak. Tampilan laman berisi aneka gambar lucu seperti robot, anjing kecil, atau gambar kartun manusia. Tidak sembarangan orang bisa mengakses laman ini. Harus mendaftar dan punya kata sandi dulu. Dalam halaman murid atau guru yang sudah terdaftar, mereka bisa memasukan gambar, tulisan, suara atau dokumen lainnya. Mereka pun bisa saling berinteraksi layaknya situs jejaring Facebook. Mereka pun bisa berinteraksi dengan pengguna Think Quest di negara lain. Nantinya, semua pelajaran bisa memakai program ini.
Kecil-kecil Jago Internet
Aisyah Nurfaizah dan Risyad Kanis Saputra yang baru kelas 3 SD, tak kesulitan belajar lewat internet dengan program thinkquest ini. Termasuk untuk mengerjakan PR di rumah. Murid pun bisa bertanya ke guru lewat program ini, kata guru Ichal. Di sekolah ini, hampir semua siswa punya laptop atau komputer jinjing di rumahnya, sehingga mudah mengakses internet. Kalau tak punya, diminta mengaksesnya lewat warung internet. “Ada salah satu halaman yang kita buat ruang informasi tanya jawab. Saya informasikan ke ketua kelompok, si ini belum mengerjakan tugas ini. Nanti mereka sama temannya mengasih pesan…”
Program Pendidkan Berbasis Internet di SD 01 Besuki Menteng diluncurkan pada Desember 2010 lalu. Kepala Sekolah SD 01 Besuki, Hasimah berharap adanya internet di kelas akan membuat wawasan guru dan siswanya terbuka luas. “Kami punya visi dan misi yaitu budaya lokal dan wawasan global. Sumber belajarnya bukan hanya dari guru, internet pun bisa dimanfaatkan,” katanya.
Sekolahnya menempatkan lima komputer yang tersambung internet di kelas 3 sampai 6 SD, dengan masing-masing kelas terdiri dari 30-an anak. Komputer yang ada di kelas biasanya untuk mengerjakan tugas kelompok dengan internet. Selain itu, di beberapa titik di sekolah juga disiapkan sarana hotspot, supaya bisa mengakses internet tanpa kabel. Selain guru, orang tua murid, anak didik pun bisa mengakses internet di ruang kelas.
Semua layanan internet di sekolah telah diblokir dari berbagai laman yang membahayakan anak seperti kekerasan dan pornografi. Menurut Gunawanza, guru komputer SD 01 Besuki, pemblokiran dilakukan oleh penyedia internet di sekolah itu.
Bagaimana hasil pendidikan berbasis internet ini bagi pada siswa dan guru?
Belajar lewat Internet
Siang itu anak-anak kelas 3 SD 01 Menteng tengah bernyanyi bersama di depan kelas. Lagu berjudul “Anak Kambing Saya” ini berasal dari Provinsi Nusa Tenggara. Ini sebetulnya bukan pelajaran menyanyi, tapi masih pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, PKn, tentang keanekaragaman budaya bangsa.
Mereka tidak menghafal lirik lagu itu. Lirik dibaca di layar, yang disambungkan lewat proyektor dari komputer kelas. “Mana di mana, anak kambing saya, anak kambing saya ada di kampung baru…”
Walau belum semua pelajaran memakai thinkquest, Luthmilla dan Djoko Bayu Murtie mengaku sangat senang dengan belajar dengan memanfaatkan internet di kelas. “Asik gitu internetan, nggak dari buku, pakai komputer lebih asik,” kata Luthmilla.
Perilaku melek internet membawa dampak positif untuk kebiasaan di rumah masing-masing murid. Dina Damayanti, orang tua Kirey mengaku, anaknya semakin bersemangat belajar. Ia tak perlu lagi membujuk anaknya untuk belajar. “Memang tidak selalu buka ThinkQuest, tapi ada permainan yang dia mainkan di situ,” kata Dina. Sementara Retno Tri Mulyati mengatakan anaknya, Farah Ayu, lebih mudah mengerti pelajaran lewat internet, ketimbang hanya membaca buku. “Bagus kalau pelajaran pakai internet, jadi bisa komunikasi juga dengan guru,” katanya.
Belajar-mengajar menggunakan internet, kata guru Ichal, juga sangat efektif meningkatkan pengertian anak soal bahan ajar. “Wawasan mereka menjadi sangat terbuka sekali. Apa yang mereka dapatkan, lebih bisa diingat daripada apa yang didapat dari guru.”
Itu keuntungan buat murid. Apa keuntungan bagi guru? Menurut Kepala Sekolah SD 01 Besuki, Hasimah para guru dilatih untuk benar-benar melek internet. Selain pelatihan dari luar, para guru juga saling mengajari. “Semua berproses,” kata Hasimah.
Lewat pembelajaran internet, anak-anak dituntut dan didorong menjadi lebih mandiri dalam belajar. Pakar komunikasi dan Multimedia dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, BPPT, Bambang Heru. “Kalau pembelajaran aktif, salah satu konten paling efektif supaya orangtua bisa menggunakan internet secara produktif adalah materi pembelajaran,” katanya.
Dikutip dari : KBR68H

Latar Belakang
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah salah satu strategi wajib yang Indonesia tetapkan sebagai standar dalam  mengembangkan keunggulan  pengelolaan sekolah. Penegasan ini dituangkan dalam USPN Nomor 20 tahun 2003 pada pasal 51 ayat 1 bahwa pengelolaan satuan pendidikan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.
MBS merupakan model aplikasi manajemen institusional yang mengintegrasikan  seluruh sumber  internal dan eksternal  dengan lebih menekankan pada pentingnya menetapkan kebijakan melalui  perluasan otonomi sekolah.  Sasarannya adalah mengarahkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan dalam rangka mencapai tujuan. Spesifikasinya berkenaan dengan visi, misi, dan tujuan yang dikemas dalam pengembangan kebijakan dan perencanaan (Wikipedia, 2009)  
MBS juga merupakan salah satu model manajemen strategik. Hal ini berarti meningkatkan pencapaian tujuan melalui  pengerahan sumber daya internal dan eksternal. Menurut Thomas Wheelen dan J. David Hunger (1995), empat langkah utama dalam menerapkan perencanaan strategik yaitu (1) memindai lingkungan internal dan eksternal (2) merumuskan strategi yang meliputi perumusan visi-misi, tujuan organisasi, strategi, dan kebijakan (3) implementasi strategi meliputi penyusunan progaram, penyusunan anggaran, dan penetapan prosedur (4) mengontrol dan mengevaluasi kinerja. MBS merupakan salah satu strategik meningkatkan keunggulan sekolah dalam mencapai tujuan melalui usaha mengintegrasikan seluruh kekuatan internal dan eksternal. Pengintegrasian sumber daya dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi atau kontrol. Strategi penerapannya dikembangkan dengan didasari asas keterbukaan informasi atau transparansi, meningkatkan partisipasi, kolaborasi, dan akuntabilitas. Tantangan praktisnya adalah bagaimana sekolah meningkatkan efektivitas kinerja secara kolaboratif  melalui pembagian tugas yang jelas antara sekolah dan orang tua siswa yang didukung dengan sistem distribusi informasi, menghimpun informasi dan memilih banyak alternatif gagasan dari banyak pihak untuk mengembangkan mutu kebijakan melalui keputusan bersama.  Pelaksanaannya selalu berlandaskan  usaha meningkatkan partisipasi dan kolaborasi pada perencanaan, pelaksanaan kegiatan sehari-hari, meningkatkan penjaminan mutu sehingga pelayanan sekolah dapat memenuhi kepuasan konsumen.Dalam menunjang keberhasilannya, MBS memerlukan banyak waktu dan tenaga yang diperlukan pihak eksternal untuk terlibat dalam banyak aktivitas sekolah.  Hal ini menjadi salah satu kendala. Tingkat pemahaman orang tua tentang bagaimana seharusnya berperan juga menjadi kendala lain sehingga partisipasi dan kolaborasi orang tua sulit diwujudkan. Karena itu, pada tahap awal penerapan MBS di Indonesia lebih berkonsentrasi pada bagaimana orang tua berpartisipasi secara finansial dibandingkan pada aspek eduktif.


Tujuan Penerapan MBS
MBS bertujuan untuk meningkatkan keunggulan sekolah melalui pengambilan keputusan bersama. Fokus kajiannya adalah bagaimana memberikan pelayanan belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa,  memenuhi kriteria yang sesuai dengan harapan orang tua siswa serta harapan sekolah dalam membangun keunggulan kompetitif dengan sekolah sejenis.Tujuan SMA adalah melayani siswa agar dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dan dapat memenuhi syarat kompetensi untuk dapat hidup mandiri. Siswa memiliki kompetensi sehingga dapat hidup dengan mangandalkan potensi dirinya secara kompetitif. Mutu sekolah ditentukan oleh seberapa besar daya sekolah untuk mewujudkan mutu lulusan sesuai dengan syarat yang ditentukan bersama. Hal ini sejalan dengan konsep yang dikemukakan oleh Edward Sallis bahwa mutu adalah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.Kejelasan tujuan merupakan prasyarat efektifnya sekolah. Kriteria mutu  yang digambarkan dengan sejumlah kriteria pencapaian tujuan dengan indikator yang jelas menjadi bagian penting yang perlu sekolah rumuskan.Keuntungan dengan memperjelas indikator dan kriteria mutu pada pencaian tujuan akan memandu sekolah memformulasikan strategi, mengimplementasikan strategi dan mengukur pencapaian kinerja.
Tujuan MBS adalah meningkatkan mutu keputusan untuk mencapai tujuan. Oleh karena, dalam pelaksanaan MBS memerlukan tujuan yang hendak dicapai secara jelas, jelas  indikatornya, jelas kriteria pencapaiannya agar keputusan lebih terarah. Lebih dari itu dengan proses pengambilan keputusan bersama harus sesuai dengan kepentingan siswa belajar.  Dilihat dari sisi standardisasi, maka penerapan MBS berarti meningkatkan standar kinerja belajar siswa  melalu pengambilan keputusan bersama, meningkatkan partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan, dan meningkatkan kontrol dan evaluasi agar lebih akuntabel.  Menyepakati profil hasil belajar yang diharapkan bersama merupakan dasar penting dalam melaksanakan MBS.Partisipasi seluruh pemangku kepentingan berarti meningkatkan daya dukung bersama untuk meningkatkan mutu lulusan melalui peningkatan mutu pelayanan belajar dengan standar yang sesuai dengan harapan orang tua siswa yang ditetapkan menjadi target sekolah.
Manfaat Memiliki Tujuan Yang Jelas
Keuntungan dengan memperjelas indikator dan kriteria mutu pada pencapaian tujuan akan memandu sekolah memformulasikan strategi, mengimplementasikan strategi dan mengukur pencapaian kinerja.Tujuan MBS adalah mengambil keputusan bersama untuk memperjelas tujuan, indikator, dan kriteria mutu yang ditetapkan sehingga  memiliki keunggulan yang kompetitif karena keputusan akan sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi dan prestasi siswa pada tingkat satuan pendidikan.Dengan demikian partisipasi orang tua siswa dalam bentuk biaya merupakan bagian dari peningkatan standar mutu pengelolaan sekolah, yang lebih penting dari itu ialah bagaimana orang tua berperan dalam meningkatkan potensi peserta didik agar menjadi lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan harapan bersama.
Peta Keunggulan dan Pencitraan Sekolah
Thomas Sergiovanni dan Martin Burlingame (1997) mengembangkan model keunggulan sekolah dalam peta yang memiliki empat dimensi, yaitu dimensi pemerataan dan kunggulan dan efisensi dengan kebebasan. Peta persilangannya menghasilkan karater keungulan yang berbeda seperti di bawah ini.
Keunggulan
Efisiensi
  • Keunggulan
  • Efisiensi
  • (Birokratis – Elitis)
  • Keunggulan
  • Kebebasan
  • (Desentralisasi- Elitis)
Kebebasan
  • Pemerataan
  • Efisiensi
  • (Birokratis-liberal)
  • Pemerataan
  • Kebebasan
  • (Persamaan-liberal)
Pemerataan Akses
Keumggulan sekolah memiliki empat arah pengembangan  yang berbeda. Sekolah sebagai bagian dari instrumen pemerintah wajib membantu meningkatkan pemerataan akses sehingga tiap warga negara dapat bersekolah. Menyediakan akses merupakan bentuk kecukupan minimal pemenuhan kewajiban pemerintah. Wajib mengikuti pendidikan dasar contoh yang tepat.  Pada dimensi lain sekolah dapat mengembangkan mutu atau keunggulan sebagai tambahan atau nilai pembeda yang membuat sekolah memberikan tingkat kepuasan lebih.Pengembangan sekolah yang memiliki potensi besar adalah mendapatkan kebebasan untuk berkreasi. Sebaliknya semakin terbatas sumber daya di sekolah semakin ketat menerapkan efisiensi. Sekali pun begitu efektivitas dan akuntabilitas sumber daya menjadi bahan pertimbangan lain yang menyebabkan kebebasan itu menjadi bukan tanpa batas.
Memadukan keunggulan dan efisiensi melahirkan model sekolah yang birokratis-elitis, perpaduan keunggulan dan kebebasan melahirkan tipe desentralisasi elitis, kebebasan dengan pemerataan akses melahirkan model sekolah yang medukung nilai persamaan-liberal, dan efisiensi dengan pemerataan melahirkan birokratis-liberal. Pada beberapa  daerah pengembangan pendidikan yang semakin dibatasi dalam memperoleh anggaran dari masyarakat menghasilkan model pengelolaan yang bertipe birokratis liberal dengan sifat pengelolaan sekolah harus tunduk pada kebebasan para pengambil kebijakan politis yang mengejar citra populis.
Indikator Mutu Lulusan
Mutu pendidikan Indonesia menetapkan  indikator utama beriman-bertaqwa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab sebagai kompetensi utama manusia Indonesia. Potensi itu  diarahkan untuk mendukung daya saing siswa sehingga (1) lulus UN (2) memiliki daya saing dalam memperebutkan daya saing masuk perguruan tinggi bermutu  internasional (2) memiliki daya saing dalam lomba akademik taraf nasional maupun internasional (3) berkolaborasi pada taraf internasional.Keunggulan siswa juga ditentukan oleh prestasinya dalam menguasai kompetensi pada seluruh mata pelajaran sesuai kurikulum, penguasaan bahasa Inggris  dan teknologi informasi dan komunikasi.
Bagaimana Menerapkan MBS?
Penerapan MBS sebagai salah satu model manajemen strategik dalam sistem pengelolaan pendidikan dengan tujuan untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan yang berstandar maka terdapat beberapa langkah strategis yang perlu sekolah lakukan:
  • Merumuskan dan menyepakati standar lulusan yang diharapkan bersama dengan indikator dan target yang jelas yang merujuk pada standar nasional pendidikan.
  • Menetapkan strategi yang akan sekolah terapkan untuk menghasilkan lulusan yang diharapkan dan relevansinya dengan peningkatan kebutuhan kurikulum, kompetensi  pendidik, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, dan pembiayaan.
  • Meningkatan daya dukung informasi dengan cara memindai kekuatan, kelemahan lingkungan internal serta memindai peluang dan ancaman lingkungan eksternal. Penyediaan informasi yang tepat dan terpercaya merupakan bagian penting dalam menunjang sukses pengambilan keputusan.
  • Meningkatkan efektivitas komunikasi pihak internal dan  eksternal sekolah dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta dalam membangun dan mengembangkan kerja sama memberikan pelayanan pendidikan secara optimal kepada  siswa.
  • Meningkatkan daya kolaborasi sekolah dalam menerapkan keputusan bersama ini sebagai bagian dari upaya melibatkan seluruh warga sekolah agar memiliki daya partisipasi yang kuat untuk mengubah kebijakan menjadi aksi.
Dalam upaya peningkatan mutu MBS sekolah perlu meningkatkan standar pengelolaan untuk mendapatkan (1) visi dan misi sekolah yang diputuskan bersama. (2) menetapkan tujuan terutama merumuskan indikator dan target mutu lulusan (3) menetapkan strategi yang melibatkan semua pihak untuk mewujudkan tujuan yang sekolah harapkan yang berporos pada meningkatkan mutu lulusan (4) Menetapkan kebijakan dan program peningkatan mutu lulusan dengan menerapkan delapan standar nasional pendidikan sebagai rujukan mutu termasuk di dalamnya penetapan anggaran untuk menyediakan akses dan kecukupan standar serta menetapkan keunggulan yang mungkin sekolah wujudkan. Sekolah yang efektif memiliki dokumen program yang telah disepakati bersama  dan semua pihak yang terlibat memahami tugas masing-masing.
  • Melaksanakan kegiatan sesuai dengan program sesuai dengan standar, melaksanakan anggaran sesuai dengan yang disepakati, memanfaatkan seluruh sumber daya secara efektif dan efisien, dan memastikan bahwa seluruh tahap kegiatan yang dilaksanakan seusai dengan rencana.
  • Sekolah memastikan bahwa proses penyelenggaraan sekolah mengarah pada tercapainya tujuan dengan indikator dan target yang telah ditetapkan bersama. Sekolah juga melakukan studi bersama yang melibatkan seluruh unsur yang bertanggung jawab untuk meningkatkan penjaminan bahwa penyelenggaraan sekolah mencapai target yang diharapkan. Fokus utama penjaminan mutu adalah terselenggaranya pembelajaran dan pengelolaan secara efektif.
  • Melaksanakan kontrol sesuai dengan hasil kesepakatan bersama dan mengolah hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan selanjutnya.
Untuk mendukung efektifnya empat tahap kegiatan itu perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh tentang beberapa hal berikut :
  • Mendeskripsikan lulusan dengan indikator yang jelas yang diikuti dengan indentifikasi kebutuhan kurikulum, kompetensi pendidik, sarana, biaya, dan sistem pengelolaan.
  • Meningkatkan keberdayaan sekolah dalam mengembangkan sistem informasi sebagai bahan pengambilan keputusan.
  • Menyediakan  infomasi yang perlu dipahami oleh seluruh anggota komunitas agar tiap orang dipastikan dapat melaksanakan tugasnya secara optimal.
  • Meningkatkan kegiatan sosialisasi program sehingga semua pihak dipastikan mendapatkan informasi secara transparan dan akuntabel.
  • Meningkatkan kekerapan dan kedalaman  komunikasi baik secara langsung maupun komunikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
  • Mengembangkan tim pengembang mutu yang akan mengimplementasikan kegiatan yang melibatkan pihak internal dan eksternal.
  • Mempersiapkan instrumen pengukuran pencapaian kinerja baik terhadap proses maupun hasil dengan indikator yang transparan sehingga semua pihak memahami betul ukuran keberhasilan yang disepakati.
  • Melaksanakan pertemuan mengembangakan  rencana kegiatan, evaluasi kegiatan, dan evaluasi hasil.
  • Menyusun pertanggung jawaban program secara transparan dan akuntabel.
  • Melakukan perbaikan berkelanjutan.
Mudah-mudahan langkah-langkah praktis yang telah tersusun pada tulisan ini dapat menjadi panduan para kepala sekolah dalam melaksanakan tugas menerapkan standar nasional pendidikan dengan melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah secara efektif.

Smadav relah mengupdate antivirusnya dengan versi terbaru 8.7, dengan sedikit perubahan pada tampilan dan sistem registrasi pada versi pro, perbedaan regsitrasi dari free menjadi pro pada versi 8.7 berbeda dengan versi 8.6 sebelumnya. Berikut cara menghilangkan blacklist pada smadav 8.7 terbaru.
 BACA SELURUH ARTIKEL SEBELUM MEMPRAKTEKKAN LANGKAH-LANGKAH BERIKUT

Jika kita menggunakan versi 8.6 pro dan terupgrade versi 8.7 secara otomatis melalui update smadav langsung (online) maka samadav akan terdeteksi sebagai smadav bajakan, untuk menghilangkannya kita harus menyiapkan hal berikut karena proses menghilangkan blacklist smadav mengharuskan kita untuk offline dari internet (cabut koneksi internet)
Uninstall smadav yang ada dikomputer anda kemudian install smadav versi 8.6, jika versi 8.6 terblacklist, buka blaklist dahulu dengan memasukkan kode anti-bajakanpada user name (key dikosongkan) lalu tekan registrasi.
Setelah smadav 8.6 menjadi normal (tidak terblacklist), masukkan serial number (key) smadav 8.7 yang baru pada smadav 8.6 yang terinstall
Lalu smadav 8.6 menjadi versi pro, install smadav versi 8.7 yang baru setelah selesai menginstall versi 8.7 pastikan smadav menjadi pro, untuk mengetesnya silahkan ubah warna smadav pada menu setting > scanner setting , jika warna dapat diubah maka smadav anda sudah tidak terblacklist lagi